118 Kali dilihat
Nilai Berita :

Serukalsel.com, Jakarta –  PT Adaro Energy Tbk (Adaro) akan menggelontorkan dana sebanyak Rp1,1 triliun untuk program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) bidang pendidikan “Adaro Nyalakan Ilmu” sebagai salah satu bentuk kontribusi dalam pembangunan nasional.

“Dana sebesar itu peruntukannya hanya untuk CSR pendidikan dan sudah diluncurkan sejak pertengahan Juli tahun ini,” kata CSR Division Head PT Adaro Energy Tbk, Okty Damayanti dalam penjelasannya kepada pers di Jakarta, Rabu.

Karena itu, kata Okty, pihaknya dapat berpartisipasti aktif pada Filantropi Indonesia Festival (FiFest) 2018 pada medio bulan ini untuk turut mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Untuk tahun ini, lanjutnya, dukungan perseroan melalui Adaro Foundation mengusung pilar Adaro Nyalakan Ilmu yakni program unggulan pendidikan yang menyasar pendidik dan para peserta didik di Indonesia, khususnya di Kalimantan.

Okty menambahkan, melalui sejumlah program itu pihaknya berupaya sejalan dengan SDGs 2030 dengan salah satu prinsip utamanya yaitu “Leaving No One Behind” atau Tidak Meninggalkan Siapapun di Belakang.

“Setiap tujuan yang dipenuhi harus selalu memenuhi kebutuhan semua orang. Dalam program Adaro Nyalakan Perubahan, di dalamnya ada lima pilar, salah satunya Adaro Nyalakan Ilmu,” katanya.

Melalui sejumlah program itu, pihaknya fokus mengembangkan program yang dapat meningkatkan kualitas SDM masyarakat dengan memadukan pengetahuan, ketrampilan dan pengembangan karakter.

Untuk tahun ini, kata Okty, pihaknya fokus untuk masyarakat di Kalimantan, wilayah kerja Adaro. “Kami ingin menurunkan dispasritas kualitas pendidikan antara Pulau Jawa dan Kalimantan,” katanya.

Okty menjelaskan pihaknya menerapkan lima program unggulan yakni Pelatihan Guru dan Kepala Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Vokasi (SMK dan Politeknik), Pelatihan Vokasi bagi Pesantren dan Para Santrinya serta Pendidikan Berbasis Teknologi serta Beasiswa.

Menurut Education for All Global Monitoring Report 2011 yang dikeluarkan oleh UNESCO dan berisi hasil pemantauan pendidikan dunia, dari 127 negara, Education Development Index (EDI) atau Indeks Pembangunan Pendidikan Indonesia masih berada pada posisi ke-69.

Jika dibandingkan dengan negara tetangga, Malaysia berada di urutan ke-65 sementara Brunei di urutan ke-34.

Selain itu, laporan tersebut menyatakan bahwa akses pendidikan di Indonesia masih perlu mendapat perhatian karena lebih dari 1,5 juta anak tiap tahun tidak dapat melanjutkan sekolah. Dari sisi kualitas guru dan komitmen mengajar, terdapat lebih dari 54% guru memiliki standar kualifikasi yang perlu ditingkatkan dan 13,19% bangunan sekolah dalam kondisi perlu diperbaiki.

Karenanya, kata Okty, pihaknya memberikan pelatihan kepada guru PAUD, termasuk PAUD adat Dayak Desa Liu, yang didirikan untuk masyarakat suku Dayak yang merupakan suku minoritas di Kabupaten Balangan.

“Kemudian dengan menggandeng Indonesia Heritage Foundation, kami mempersiapkan 100.000 potensi sumber daya manusia usia produktif (15-64 tahun pada tahun 2028 dan seterusnya) yang berkarakter di Kalimantan melalui pembinaan 650 lembaga PAUD di Kalimantan Selatan, Tengah, dan Timur selama 2018-2024,” katanya.

Untuk program beasiswa, pada tahun ini Adaro memberikan kesempatan kepada 450 anak pedesaan Kalimantan yang berpotensi secara akademik, namun tidak mampu secara ekonomi melanjutkan pendidikannya, untuk melanjutkan studi di Universitas Lambung Mangkurat.

Di pendidikan vokasi, memberikan pelatihan manajemen sekolah kepada kepala sekolah dan pelatihan teknis kepada guru, serta revitalisasi 4 SMK dengan 6 jurusan di beberapa kabupaten.

Selain itu, pelatihan vokasi juga diberikan kepada pesantren dan santrinya melalui program pemberdayaan UMKM sehingga mewujudkan santri yang berjiwa usaha dan hidup mandiri.

“Melalui keterlibatan kami seperti itu, kami berharap dapat terus berkontribusi secara lebih dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih unggul sebagai instrumen penting dalam meningkatkan pembangunan nasional,” tutup Okty. (Antara)

Please follow and like us: