79 Kali dilihat
Nilai Berita :

Serukalsel.com, Banjarmasin – Intrusi (percampuran air laut dengan air sungai) masih terjadi di Banjarmasin.

Bahkan, kadar tertinggi asin air sungai di Intake Sungai Bilu terus mengalami peningkatan dari yang sebelumnya 450 mg, Jumat (24/8) kemarin menjadi 528 mg per liter.

Jika tren intrusi terus berlanjut, tak menutup kemungkinan Kota Banjarmasin terancam krisis air bersih.

Sebab, air di Sungai Bilu menjadi bahan baku utama air bersih yang dinikmati para pelanggan PDAM sudah tercampur dengan air laut.

Tak heran jika warga langsung melakukan antisipasi krisis air bersih itu dengan membeli tandon atau penampungan air.

Aisyah, salah satunya. Warga Simpang Jagung ini terpaksa membeli tandon untuk menampung aiar agar keperluan hidup sehari-hari tak terganggu.

Sedangkan untuk mandi, ia sudah memiki bak penampungan air yang besar.

“Kalau mandi sih, bak saya gede. Untuk mencuci dan memasak saja yang perlu penampungan baru. Tidak mungkin pakai air di bak mandi,” ujarnya.

Sumber : Tribunnews

Please follow and like us: