76 Kali dilihat
Nilai Berita :

Serukalsel.com, Barabai – Dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif di kabupaten Hulu Sungai Tengah, maka Polres Hulu Sungai Tengah memberantas segala bentuk penyakit masyarakat. Salah satunya yakni menangkap satu orang pelaku pembawa senjata tajam tanpa izin, Kamis (9/8/2018) sekitar jam 08.00 Wita.

Pelaku berinisial YH (33) warga Desa Kindingan Rt. 006 / Rw. 001 Kec. Hantakan Kab. Hulu Sungai Tengah, ditangkap petugas di Jalan umum Barabai Darat Kec. Barabai Kab. Hulu Sungai Tengah (tepatnya di lapangan pelajar).

Kronologis penangkapan pelaku berawal saat petugas dari Unit Resmob Polres HST sedang melaksanakan kegiatan patroli dan ketika melintas di sekitar lapangan Pelajar Barabai, petugas melihat gerak – gerik seorang laki – laki yang mencurigakan.

“Saat itu anggota Polres sedang melakukan patroli dan melakukan penggeledahan dan pemeriksaan terhadap orang yang mencurigakan disekitar lapangan Pelajar Barabai.” kata Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.

Petugas pun segera melakukan pemeriksaan terhadap orang tersebut dan dilanjutkan dengan penggeledahan badan. Hasil penggeledahan badan tersebut, petugas menemukan sebilah senjata tajam jenis pisau penusuk yang diselipkan pelaku di perut bagian depan.

Ketika ditanya oleh petugas tentang kepemilikan senjata tajam tersebut, pelaku tidak dapat menunjukan izin membawa senjata tajam dari pihak yang berwajib. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres HST untuk proses hukum selanjutnya.

“Saat digeledah, YH kedapatan membawa senjata tajam jenis penusuk, selanjutnya dibawa ke Polres HST.” lanjut Sabana Atmojo.

“Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa 1 bilah senjata tajam jenis pisau penusuk dengan panjang besi 13 cm, lebar besi 2 cm, hulu terbuat dari kayu warna coklat muda dengan panjang 5,5 cm, lengkap dengan kompangnya yang terbuat dari kayu warna coklat muda dengan panjang 15,5 cm.” ungkap Sabana Atmojo.

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K M.H juga menghimbau kepada masyarakat jika keluar agar tidak membawa senjata tajam karena malanggar hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) UU. Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun.

Please follow and like us: