1.021 Kali dilihat
Nilai Berita :

Serukalsel.com, BANJARBARU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarbaru bergerak cepat dalam menangani kasus dugaan korupsi retribusi parkir Pasar Ulin Raya, Landasan Ulin. Setelah sebelumnya telah menahan dua tersangkanya pekan tadi.

Kasi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Banjarbaru, Mahardika PW Rosadi mengungkapkan, usai memeriksa dan menahan tersangka yang merupakan para mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarbaru; Antoni Arpan (AA) dan Ahmad Jayadi (AJ). Pihaknya segera menyelesaikan berkasnya untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Banjarmasin.

“Beberapa hari yang lalu berkas telah selesai dan kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor. Jadi kasus kini sudah siap untuk disidangkan,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, yang menentukan jadwal sidang ialah pihak pengadilan. Untuk itu, mereka kini tinggal menunggu informasi kapan sidang akan digelar. “Yang jelas kami sudah siap untuk menjalani sidang,” ungkapnya.

AA dan AJ sendiri disangkakan melanggar UU no 31/199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Kasusnya sendiri bermula ketika pengelola parkir Pasar Ulin Raya CV Nadya Parkatama menunggak retribusi parkir kepada Pemkot Banjarbaru pada 2013. Kemudian, terus membengkak pada tahun-tahun berikutnya hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Kejari Banjarbaru kemudian menyelidikinya dan meminta BPKP Perwakilan Kalsel melakukan audit. Hasilnya, kerugian yang dialami negara mencapai Rp1,06 miliar yang merupakan retribusi parkir tetapi tidak disetorkan ke kas negara.

Terkait barang bukti yang dikantongi oleh pihak kejaksaan. Mahardika menjawab kalau saat ini dirinya tengah mengantongi barbuk berupa dokumen-dokumen penting terkait dugaan korupsi ini.

“Untuk barang bukti sementara ada dokumen terkait retribusi parkir Pasar Ulin Raya, totalnya ada kurang lebih 400 dokumen,” jawab Mahardika.

Lalu, selama pemeriksaan yang dilakukan Kejari Banjarbaru belakangan diketahui ada 20 saksi yang sudah diperiksa jaksa. Termasuk dua tersangka sebelumnya dari pihak ketiga, yakni pengelola parkir Pasar Ulin Raya pasangan suami istri Sofyan dan Rina Lestari Arimbi, selaku direktur dan manajer operasional CV Nadya Parkatama.

Mereka sudah divonis pada 2017 silam. Masing-masing dua tahun tahanan. (Prokalsel)

Please follow and like us: