1.798 Kali dilihat
Nilai Berita :

Serukalsel.com, Banjarmasin – Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sumarto meninjau gedung KPU Banjarmasin di Jalan Perdagangan, kemarin (3/1) siang. Dia menyatakan, perlakuan antara TPS (Tempat Pemungutan Suara) di wilayah kondusif dan rawan bakal berbeda.

“Nanti ada kategori aman, ada pula yang rawan. Perlakuannya jelas bakal berbeda. Jumlah petugasnya takkan sama. Kami sudah siapkan semuanya,” jelasnya. Sumarto enggan merincikan di mana saja kawasan berstatus rawan tersebut.

Namun, dari Operasi Lilin yang barusan digelar, dia berani memastikan kondisi Banjarmasin masih kondusif. Dia menyebut karakter masyarakat di kota ini amat berbeda.

“Di sini masyarakatnya baik. Mau mendukung kinerja aparat. Termasuk cyber crime juga menjadi perhatian saya,” bebernya. Menurutnya, kejahatan di dunia maya seperti penyebaran hoax dan provokasi di sosial media juga harus diwaspadai.

Sumarto tak ingin terburu-buru merincikan kawasan berstatus rawan. Mengingat DPT (Daftar Pemilih Tetap) terus berubah. Penambahan pemilih berdampak pula pada penambahan jumlah TPS. “Sekarang saja sudah 1.879 TPS. Jumlahnya terus bertambah,” ujarnya.

Jika personel dari mapolres ternyata tidak mencukupi, dia memastikan bakal meminta bantuan ke Polda Kalsel. “Ya, BKO itu mungkin saja,” tukasnya.
Yang paling menarik perhatian Sumarto terkait ketersediaan logistik.

Dia sempat memantau isi gudang KPU. Bahkan meminta data terkait jumlah dan distribusi logistik pemilu pada Ketua KPU Banjarmasin, Khairunnizan.

Di depan Sumarto, kotak suara kertas yang sempat viral kemarin juga sempat dipertontonkan. Bahkan diduduki oleh salah seorang komisioner untuk uji kekuatan.

“Ya, saya tanyakan semuanya. Dari bilik suara, kotak suara, amplop, dan sebagainya. Ini kan elemen penting dari pemilu. Wajib tersedia sebelum hari pencoblosan,” tuntasnya. (Prokal)

Please follow and like us: