69 Kali dilihat
Nilai Berita :

Serukalsel.com, Jakarta. Ketua DPRD Samarinda, Alphad Syarif, ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penipuan dan penggelapan oleh Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Bareskrim Polri. Politikus Partai Gerindra itu diciduk usai kembali dari Singapura di Bandara Soekarno-Hatta.

Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Drs. Setyo Wasisto, S.H. menjelaskan, penangkapan itu lantaran sudah dua kali Alphad mangkir dari pemanggilan penyidik Bareskrim Polri. Oleh karena itu saat ini, Alphad dilakukan penahanan di Mabes Polri.

“Penyidik mencari informasi, ternyata yang bersangkutan ada di Singapura. Ketika kembali dari Singapura dilakukan surat perintah penangkapan untuk membawa, yang bersangkutan ditahan di Mabes Polri,” ucap Kadiv Humas Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/18).

Dia menuturkan, pelaporan terhadap Alphad tertuang dalam LP B 1105/XI/2016/Bareskrim tanggal 3 November 2016 dengan pelapor a.n. korban, Haji Adam Malik. Ia dilaporkan terkait perkara penipuan dan penggelapan.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Ditipiter) Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran menjelaskan, dalam perkara ini Alphad sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Benar telah kita tahan dalam perkara penipuan,” kata Direktur Tipiter Brigjen. Pol. Dr. Drs. H.M. Fadil Imran, M.Si., Kamis (11/10/18).

Politikus Partai Gerindra tersebut diduga menjanjikan pengurusan kasus yang menjerat pengusaha, dengan imbalan sejumlah uang.

“Tersangka memberikan janji untuk mengurus kasus di pengadilan dengan imbalan sejumlah uang, namun pelapor akhirnya tetap dinyatakan kalah dalam kasus perdata,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, pihaknya mengetahui kepulangan Alphad dari Singapura setelah memperoleh informasi imigrasi dan data manifes maskapai penerbangan Jet Star. Setelah mengetahui adanya informasi itu, jajarannya langsung bergegas menuju ke Bandara Soekarno-Hatta dan langsung melakukan penahanan terhadap tersangka.

“Kemudian tim melakukan penangkapan bekerja sama dengan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta dan Polres Bandara. Saat ini tersangka dilakukan penahanan dan untuk berkas perkara sudah dikirim tahap 1 ke JPU,” tutup Jenderal Bintang Satu tersebut

Dia dijerat pasal penipuan dan penggelapan, seperti yang tertuang dalam Pasal 378 KUHPidana dan atau Pasal 372 KUHPidana.

Please follow and like us: