458 Kali dilihat
Nilai Berita :

Serukalsel.com – Mulai hari ini, kasus penyerangan polisi di Lamongan dilimpahkan kepada satgas Detasemen Khusus (Densus) 88 untuk penanganan lebih lanjut.

“Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Kapolda dan juga hasil koordinasi antara Polda Jatim dan Densus 88, hari ini kita limpahkan ke Densus 88 untuk penanganan lebih lanjut,” kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung kepada wartawan, Rabu (21/11/2018).

Sebab, lanjut Feby, dari hasil pendalaman, pelaku penyerangan diduga terlibat dalam suatu jaringan terorisme.

“Hari ini sesuai dengan koordinasi kita dan pendalaman dari pemeriksaan, bahwa yang bersangkutan ini diduga terlibat dalam suatu kelompok jaringan teroris,” tandasnya.

Namun untuk saat ini, posisi kedua pelaku masih berada di Ditreskrimum Polda Jatim, menunggu jemputan Detasemen Khusus 88 (Densus 88) untuk dibawa ke Jakarta.

“Belum dijemput Densus 88, pelaku sudah di Polda, tapi ditunda ke Jakartanya,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada detikcom secara terpisah.

Ditambahkan Barung, Densus 88 awalnya berencana menjemput kedua pelaku sore ini. Namun lantaran ada beberapa hal yang mendesak, penjemputan ini ditunda.

Menurut Barung, pihaknya juga telah mengantongi sejumlah fakta di lapangan yang menguatkan dugaan bahwa kedua pelaku memang berhubungan dengan terorisme. Semisal penemuan buku-buku yang berhubungan dengan kelompok radikalisme dan adanya aktivitas mencurigakan dari pelaku, salah satunya menemui narapidana teroris sebelum penyerangan dilakukan.

“Yang bersangkutan juga kerapkali melakukan komunikasi dengan napiter yang berada di sel khusus daripada terorisme,” tambahnya.

Sumber: Detik.com

Please follow and like us: