55 Kali dilihat
Nilai Berita :

Serukalsel.com, KOTABARU – Sebagai daerah penghasil migas Blok Sebuku, Kecamatan Pulau Sebuku, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru menerima fee sebesar Rp 2,5 triliun.

Penerimaan fee Rp 2,5 triliun hasil eksploitasi sumber daya alam (SDA) blok Sebuku oleh PT Mubadala, dari pembagian hasil Rp 10 triliun untuk dua kabupaten (Kotabaru-Majene) dan dua provinsi (Kalsel-Sulbar).

“Bagi hasil Fifty-fifty. 50 Kalsel, 50 Sulbar,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kotabaru Drs H Said Akhmad MM kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (28/8/2018).

Masih menunggu Memorandum of Understanding (MoU) ditanda tangani gubernur Kalsel.

“Tinggal ditandatangani gubernur. Kalau bupati sudah tanda menandatangani. Dan, kalau sudah ada duit tidak pusing lagi sudah,” ungkap Said.

Disinggung soal penggunaan uang fee, Said menambahkan, uang digunakan prioritas untuk penuntasan pembenahan infrastruktur jalan.

“Inshaallah pembenahan infrastruktur akan tuntas,” jelas Said.

Penuntasan pembenahan infrastruktur jalan menjadi skala prioritas, masih menurut Sekda, karena salah satu program visi dan misi Bupati Kotabaru.

Ditegaskannya penggunaan uang fee migas blok Sebuku, tidak bisa sembarangan.

Harus sesuai aturan, karena visi dan misi menyesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

“Jadi tidak bisa sembarangan penggunaannya,” tutup Said. (B.Post)

Please follow and like us: