111 Kali dilihat
Nilai Berita :

Serukalsel.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan pelaku penembakan terhadap dua polisi di Tol Kanci-Pejagan, Jawa Barat anggota Jamaah Anshorut Daulah (JAD). Tito menyebut pelaku ingin balas dendam.

“Mertuanya ditangkap. Mertuanya juga anggota JAD ditangkap duluan sebulan yang lalu. Jadi mungkin dia balas dendam. Dia merampas senjata anggota dan menembak,” ungkap Tito di RS Said Sukamto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat, 31 Agustus 2018.

Tito menuturkan, pihaknya telah mengerahkan lebih dari 100 anggota untuk menangkap pelaku baik hidup ataupun mati. Semua keluaga pelaku juga sudah dipetakan.

Jenderal bintang empat itu mengungkap, pelaku sempat terkena tembakan balasan. Pelaku lalu sempat mengunjungi RS di Slawi untuk minta diobati.

Dari keterangan dokter, kata Tito, pelaku sudah terluka parah dan banyak darah yang keluar. “Kena di bagian perut dan kemudian tensinya saat itu sudah drop ke 72. Mungkin juga sudah meninggal. Kita enggak tahu,” tutur dia.

Dua anggota Patroli Jalan Raya (PJR) yang sedang melakukan patroli di Tol Kanci-Pejagan, ditembak sekelompok orang tak dikenal (OTK) di KM 224. Akibatnya, dua petugas mengalami luka tembak.

Peristiwa bermula saat Ipda Dodon Kusdianto dan Aiptu Widi Harjana sedang melakukan patroli di Tol Kanci-Pejagan sekitar pukul 21.30 WIB, Sabtu, 25 Agustus 2018. Melihat tiga orang OTK yang duduk di pembatas jalan tol, kedua polisi itu langsung turun untuk menegur mereka.

“Petugas kemudian berhenti dan hendak memperingatkan, karena membahayakan berada di jalan tol,” ujar Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto di Cirebon, Sabtu, 25 Agutsus 2018.

Saat petugas berhenti dan membuka kaca mobil, tiba-tiba salah satu dari tiga OTK melakukan tembakan. Hal tersebut langsung direspons oleh petugas dengan melakukan tembakan balasan. Para pelaku, kemudian lari keluar tol.

Namun, dalam masa perawatan Ipda Dodon Sugianto meninggal pada pukul 09.15 WIB, Selasa, 28 Agustus 2018. Almarhum meninggal setelah mengalami luka cukup serius di bagian punggung dan sejumlah anggota tubuh lainnya. (Metronews)

Please follow and like us: