13 Kali dilihat
Nilai Berita :

Serukalsel.com, Jakarta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus berkembang untuk menjadi the leading electricity in Asia. Salah satunya dengan melakukan kunjungan kerja ke PLTN terbesar di Rusia, Rosatom.

Di Rosatom, PLN mempelajari lebih lanjut dan memahami potensi pemanfaatan energi nuklir dalam bisnis ketenagalistrikan. PLN mengajak serta tujuh rektor dan perwakilan perguruan tinggi ternama di Indonesia, serta sejumlah pakar dan pengamat energi.

“PLN terus tumbuh, dengan semangat Energy of Asia, kita mencoba benchmarking ke Rosatom sebagai perusahaan yang banyak memanfaatkan energi baru terbarukan termasuk nuklir untuk pembangkit listrik, kita terapkan poin-poin penting yang mereka miliki, untuk diimplementasikan di PLN,” kata Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara PLN Djoko R Abumanan, dalam keterangan tertulis, Rabu, 5 September 2018.

Djoko menuturkan proses benchmarking yang dilakukan ini tidak terbatas hanya pada sisi teknologi. Namun juga pada penanganan keamanan dari penggunaan nuklir.

“Beberapa wilayah di Indonesia, memiliki intensitas gempa yang banyak karena Indonesia merupakan area dari ring of fire, oleh karena itu kami tertarik kepada teknologi dan pengamanan dari penggunaan muklir yang dilakukan oleh Rosatom,” lanjut dia.

Presiden Rosatom Evgeny Pakermanov mengatakan, Indonesia selalu menjadi partner strategis dalam berbagai bidang bisnis. Pihaknya siap membantu PLN dalam bisnis kelistrikan di Indonesia.

“Kami sangat senang mendapatkan kunjungan dari PLN. Indonesia selalu menjadi partner strategis bagi Rosatom. Sebagai negara yang pasarnya sangat cepat berkembang, kebutuhan kelistrikan di Indonesia sepertinya bertumbuh cepat, dan kami siap mendukung PLN dalam hal tersebut jika kami dibutuhkan,” ujar dia.

Rosatom memadukan energi Nuklir dengan aset-aset energi ketenagalistrikan, termasuk Nuclear Power Plant (NPP) untuk desain dan konstruksinya. Rosatom sendiri merupakan perusahaan pembangkit listrik terbesar di Rusia, memproduksi 202.868 juta kwh di 2017 atau 18,9 persen total produksi listrik di Rusia. (Medcom.id)

Please follow and like us: