2.060 Kali dilihat
Nilai Berita :

Serukalsel.com, BANJARBARU – Tahun 2018. Pelanggaran Perda di Banjarbaru belum sirna sepenuhnya. Kegiatan Prostitusi, peredaran miras dan juga pelanggaran lainnya masih mendominasi.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banjarbaru mengungkapkan setahun terakhir ada 63 kasus Tindak Pidana Ringan (Tipiring) yang ditanganinya.

Diantaranya, Prostitusi 32 kasus, Miras 23 kasus serta PKL (Pedagang Kaki Lima) 2 kasus. Untuk bisnis lendir sendiri masih didominasi di wilayah eks lokalisasi Pembatuan.

“Dari data kita satu tahun ini. Prostitusi masih yang terbanyak. Malahan dibanding tahun 2017 meningkat. Karena tahun lalu hanya tercatat 52 kasus Tipiring,” beber Kasatpol PP Banjarbaru, Marhain Rahman melalui Syamsiar Panani, PPNS Seksi Sidik Lidik Satpol PP Banjarbaru.

Tidak jauh berbeda dengan tahun 2018 sekarang. Di tahun 2017 sebut Syamsiar juga syarat akan prostitusi. “Masih dominan (prostitusi, sisanya juga Miras sama PKL atau warung-warung Sakadup,” jawabnya.

Menariknya, meskipun secara grafik ada peningkatan. Syamsiar mengungkapkan kalau ada perubahan tren pelaku prostitusi. Semenjak ditutup resmi oleh pemerintah, ternyata PSK-PSK yang digaruk petugas kebanyakan pemain baru.

“Kalau yang lama sudah dibina oleh pemerintah. Ada yang pulang atau berwirausaha. Sekarang ini banyak ditemukan yang baru datang. Mereka coba-coba di sini dari luar pulau,” tambahnya.

Untuk Miras sendiri di tahun ini cukup banyak diamankan. Yakni untuk minuman keras botol dan kaleng didapati sebanyak 2427 botol. Sedangkan miras lainnya jenis tuak lebih dari 200 liter.

“Benar lebih dari 2400 botol berbagai jenis dan merek. Semuanya sudah kita sidangkan dan musnahkan,” pungkasnya. (Prokal)

Please follow and like us: