46 Kali dilihat
Nilai Berita :

Serukalsel.com, Tabalong  – Kepolisian Resor Tabalong menggelar konferensi pers hasil Operasi Kewilayahan Antik Intan 2018 bertempat di Halaman Polres Tabalong pada siang Rabu (15/08).

Operasi Antik Intan 2018 Polres Tabalong sudah berlangsung lamanya 14 Hari yang dimulai sejak 26 Juli 2018 sampai dengan 8 Agustus 2018 dengan hasil Laporan Polisi sejumlah 14 Laporan Polisi, 22 Orang Tersangka antaranya 20 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.

Barang bukti yang disita sejumlah Diduga Narkoba jenis sabu-sabu seberat 5,69 Gram dan Obat Zenith sebanyak 1.108 Butir.

Kapolres Tabalong AKBP Hardiono, S.Ik didampingi Kepala BNNK Tabalong beserta Unsur Forkopimda Tabalong dan Kasat Narkoba Iptu Endris Ary Dwindra, S.Ik menjelaskan bahwa dari jumlah tersangka 22 orang tersebut diantaranya 20 orang tersangka bukan target operasi dan 2 orang tersangka merupakan target operasi dalam Operasi Antik Intan 2018 Polres Tabalong.

Adapun identitas tersangka target operasi yang berhasil ditangkap oleh Satuan Resnarkoba dan Polsek jajaran yang dibawah pimpinan Iptu Endris Ary Dwindra, S.Ik adalah Inisial YL (37), warga Desa Karangan Putih Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong, barang bukti yang disita diduga narkoba jenis sabu-sabu seberat 2,5 Gram dan uang tunai Rp 500.000,-(Lima Ratus Ribu Rupiah) yang ditangkap pada sore Kamis (26/7) disebuah rumah di Desa Karangan Putih Kec. Kelua Kab. Tabalong dan Inisial G (24), warga Unggung Kel. Belimbing Raya Kecamatan Murung Pudak Kab. Tabalong. Barang bukti yang disita diduga narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,19 Gram dan uang tunai Rp 300.000 (Tiga Ratus Ribu Rupiah) yang ditangkap pada Kamis malam (26/7) di Komplek Perumahan Kel. Belimbing Raya Kec. Murung Pudak Kab. Tabalong.

Diucapkan terimakasih kepada seluruh Personel Jajaran Polres Tabalong telah berhasil berantas peredaran narkoba di Tabalong dan terimakasih kepada masyarakat Tabalong yang ikut serta membantu memberikan informasi kepada petugas Kepolisian, sehingga berhasil dalam pengungkapan para pelaku narkoba dan jaringannnya. Mari kita wujudkan Tabalong bebas dari peredaran narkoba.

Para tersangka narkoba akan dijerat pasal 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Selanjutnya para tersangka obat – obatan terlarang akan dijerat Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 “Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah)”.

Usai Konferensi Pers dilanjutkan pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu secara bersama-sama yang dilakukan Kapolres Tabalong AKBP Hardiono, Kepala BNNK Tabalong dan Unsur Forkopimda Tabalong dan juga penandatanganan berita acara pemusnahan barang bukti.

“Barang bukti narkoba jenis sabu-sabu yang dimusnahkan seberat 264 Gram dan 6 butir ekstasi, hasil dari pengungkapan kasus narkoba dari Bulan Januari sampai dengan Juli Tahun 2018, kemudian dibuang ke sepiteng yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Negeri Tanjung yang disaksikan Penyidik Pembantu Satuan Resnarkoba Polres Tabalong dan dua orang tersangka narkoba”, terang Kapolres Tabalong.(dnny)

Please follow and like us: