26 Kali dilihat
Nilai Berita :

Serukalsel.com, Banjarbaru – Hingga kini kasus campak rubella di Kota Banjarbaru diketahui ada 49 kasus menimpa anak usia sekolah SMP di Banjarbaru. Semua penderita diketahui adalah perempuan.

Diketahui dua pesantren di Banjarbaru terdeteksi santriwatinya terserang rubella. Namun semuanya sudah dilakukan karantina dengan anak tak boleh melakukan aktifitas bertemu dengan teman-temannya di sekolah.

Diketahui akibat dari campak rubella yang tak tertangani dapat menyebabkan kematian pada anak. Sementara bagi ibu hamil yang terserang rubella anak yang dilahirkan akan mengalami gangguan dan cacat.

“Semua yang di pesantren yang terserang rubella sudah diobati dan sudah dilakukan karantina,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Banjarbaru, Rabu (05/09/2018).

Terkait rubella yang menyerang santriwati Agus menambahkan virus tak menyebar karena kebersihan dan lain-lain, namun virus menyebar didiga akibat dibawa dari anak yang datang dari daerah yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) ke Banjarbaru.

“Kan di pondok pesantren banyak santri yang asalnya dari hulu sungai mereka pulang ke hulu sungai terjangkit di sana dan menyebarkan virus ke pondok. Karena di pesantren itu santri selalu terkumpul,” jelasnya.

Dengan adanya fatwa MUI kini ia berharap agar pondok pesantren mendukung pelaksanaan imunisasi rubella di pesantren.

Saat ini jelas Agus daerah yang sudah ditetapkan menjadi KLB rubella adalah Tanjung Tabalong.

Diketahui saat ini virus campak rubella di Banjarbaru masih terjangkit ke perempuan. “Kalau laki-laki belum ada kasusnya,” ujarnya. (B.post)

 

Please follow and like us: