183 Kali dilihat
Nilai Berita :

Komunitas YMC kotabaru

Serukalsel.com, Kotabaru – Ketegasan Indonesia Transpotation Watch (ITW) menolak kesepakatan DPR RI dengan Kemenhub RI tentang Kesepakatan Komisi V DPR RI dengan Kementerian Perhubungan yang akan melakukan revisi terbatas UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan untuk mengakomodir sepeda motor sebagai transportasi angkutan umum.

“Sepeda motor seharusnya cukup menjadi kendaraan pribadi. Karena, sangat besar potensi kecelakaan, jika sepedah motor menjadi kendaraan massal/ angkutan umum. Saya cukup kaget, ketika mendengar kabar kesepakatan DPR dan Kemenhub tersebut. Kesepakatan itu harus di tolak, karena membahayakan dan berpotensi memperbesar peluang kecelakaan di jalan,” ungkap Rian, Ketua YMC Kotabaru, (13/08/2018).

Ketua Yamaha Mio Club, Jumat (6/4/2018), mengharapkan masyarakat agar peduli Kamseltiblancar (Keamanan, Keselamatan,  Ketertiban dan Kelancaran) lalu lintas dengan menolak kesepakatan DPR dan Kemenhub terkait revisi terbatas UU no 22 Tahun 2009.

Menurut Rian, meskipun dapat membantu dari sisi efesiensi, namun hasil penelitian yang dilakukan secara komprehensif  mengatakan sepeda motor tidak layak dari aspek keselamatan untuk dijadikan angkutan umum. Atas dasar itulah UU 22/2009 mengamanatkan sepeda motor bukan untuk atransportasi angkutan umum.

“Bahkan tidak satu pun negara yang melegalkan sepeda motor digunakan sebagai angkutan umum. Karena alasan keselamatan,” ujar Rian.

“Jika revisi untuk mengakomodir sepeda motor sebagai angkutan umum dilakukan, itu adalah bukti nyata bahwa pemerintah kurang peduli terhadap keselamatan warganya. Padahal SDM adalah aset utama bangsa dan negara yang menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan jaminan keselamatan dan meningkatkan kualitas SDM,” pungkas Ketua YMC Kotabaru.

Lebih lanjut Rian membeberkan, bahwa pihaknya juga mendapat informasi bahwa rencana revisi tersebut merupakan bentuk tekanan kapitalis yang ingin meraup keuntungan dari bisnis transportasi umum dengan menggunakan kendaraan sepeda motor. Mereka hanya memikirkan keuntungan tanpa rasa peduli terhadap keselamatan warga di jalan raya.

YMC Kotabaru juga mengingatkan agar kepolisian melakukan langkah hukum untuk menertibkan semua bentuk pelanggaran lalu lintas. Termasuk praktik ilegal seperti ratusan ribu sepeda motor yang beroperasi sebagai angkutan umum.

Please follow and like us: